Mees Hilgers Akan Gugat FC Twente Terkait Kontrak Dan Kesempatan Bermain

Posted on 25 Sep 2025 in

Mees Hilgers akan Gugat FC Twente Terkait Kontrak dan Kesempatan Bermain

Mees Hilgers, bek Timnas Indonesia yang saat ini membela FC Twente, kembali jadi sorotan. Bukan karena aksinya di lapangan, melainkan terkait masalah kontrak dan menit bermain di klub Eredivisie tersebut. Dikutip dari TwenteInside.nl, pengacara ternama Belanda, André Brantjes, menyarankan agar Hilgers mengambil langkah hukum terhadap klubnya sendiri.


Menurut Brantjes, situasi yang dialami pemain 24 tahun itu tidak adil dan bisa menjadi dasar kuat untuk mengajukan gugatan. Hilgers disebut berada dalam posisi serba sulit. FC Twente ingin sang pemain memperpanjang kontrak, tetapi di sisi lain ia justru jarang dimainkan. Kondisi ini dianggap merugikan karena Hilgers kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menambah nilai pasarnya.

“Tidak seorang pun memang punya hak otomatis untuk selalu bermain, tapi setiap pemain seharusnya mendapat kesempatan berpartisipasi di liga. Dari luar terlihat hal itu sengaja disampingkan, kecuali jika dia memperpanjang kontraknya,” ujar Brantjes.

Pernyataan ini mengacu pada Pasal 611 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda, yang mewajibkan adanya hubungan sehat antara pemberi kerja dan karyawan. Dalam konteks sepak bola, klub diharapkan memperlakukan pemain dengan baik, tidak semata-mata menekan mereka lewat situasi kontrak.

Lebih jauh, Brantjes menilai Hilgers punya jalan legal untuk mengajukan tuntutan. Menurutnya, sang bek bisa membawa kasus ini ke Komite Arbitrase Sepak Bola dengan alasan perlakuan yang merugikan.

“Andai saya berada di posisi Hilgers, saya akan mengajukan pemutusan kontrak melalui arbitrase. Klub harus membayar sisa gajinya karena dialah yang dirugikan. Hilgers tidak bisa memaksimalkan nilai pasarnya lantaran tak diberi kesempatan bermain,” jelasnya.

Saran ini cukup keras, apalagi datang dari seorang pengacara senior yang sudah lama menangani berbagai kasus besar di Belanda. Brantjes secara terbuka mengecam kebijakan FC Twente yang dinilainya tidak profesional. Baginya, menekan pemain muda agar menandatangani kontrak dengan cara membatasi menit bermain adalah praktik yang tidak sehat.

“Klub punya kewajiban moral untuk mengembangkan pemain, bukan sekadar memperlakukan mereka sebagai alat tawar-menawar,” tambah Brantjes.

Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar soal masa depan Mees Hilgers. Sebagai pemain yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia, performa dan jam terbangnya sangat penting. Jika konflik dengan Twente terus berlanjut, bukan tidak mungkin permainan Hilgers akan menurun karena minim menit bermain.

Meski hingga kini Hilgers sendiri belum memberikan pernyataan resmi, sorotan publik mulai mengarah ke manajemen FC Twente. Apakah klub akan mengubah sikapnya, atau justru membuat situasi semakin panas dengan sang pemain?

Yang jelas, komentar dari André Brantjes membuka bab baru dalam polemik ini. Kasus Hilgers bisa menjadi contoh bagaimana persoalan kontrak di dunia sepak bola modern sering kali menimbulkan gesekan antara pemain dan klub.