Ivar Jenner Ungkap Hal Terberat Main Di Indonesia Super League
Gelandang Dewa United, Ivar Jenner, mengungkap tantangan terbesar sejak berkarier di Super League. Bukan soal taktik atau kualitas lawan, dia justru menyoroti faktor cuaca sebagai kendala utama.
Pemain berusia 22 tahun itu bergabung pada paruh musim Super League 2025-26. Sejak kedatangannya, dia langsung mendapat kepercayaan dari pelatih Jan Olde Riekerink dan mulai rutin tampil di lini tengah.
Sejauh ini, Ivar Jenner sudah mencatatkan delapan penampilan bersama Dewa United dengan kontribusi satu assist. Meski belum terlalu mencolok secara statistik, perannya cukup penting dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Menurutnya kualitas kompetisi di Indonesia cukup baik. Namun, dia mengakui perlu waktu untuk beradaptasi, terutama karena perbedaan kondisi dengan saat dirinya bermain di Belanda.
“Ya, saya pikir liganya bagus, ini sedikit berbeda dari di mana saya bermain sebelumnya di Liga Belanda. Terutama juga cuaca,” ujar Ivar Jenner dalam kanal YouTube Liga1Match.
Ivar Jenner Sebut Cuaca Sangat Pengaruhi Taktik
Cuaca panas di Indonesia disebut jadi tantangan terbesar. Kondisi ini bahkan memengaruhi aspek teknis permainan dan stamina pemain sepanjang pertandingan.
“Ini adalah peran besar dalam pertandingan dan beberapa hal teknis. Iya, berbeda dari Belanda. Tapi bagi saya itu bagus untuk dimainkan, untuk membuat manajemen saya,” lanjut dia.
Ivar Jenner juga menilai perbedaan antara Super League dan kompetisi di Belanda tidak hanya soal gaya bermain. Faktor eksternal seperti cuaca justru memberikan dampak signifikan bagi performa di lapangan.
Meski begitu, dia mulai menemukan cara untuk beradaptasi. Salah satunya dengan rutinitas latihan sore hari yang dinilai lebih membantu menghadapi suhu panas.
“Ya, kami banyak berlatih di sore hari. Jadi saya pikir itu sedikit kurang panas daripada di pagi hari. Tapi tetap saja, setiap pertandingan seperti bertarung melawan cuaca,” kata dia.

