Gian Piero Gasperini Sebut AS Roma Kurang Beruntung


Gian Piero Gasperini Sebut AS Roma Kurang Beruntung

Gian Piero Gasperini, pelatih AS Roma, menyebut timnya cuma tak beruntung sehingga menelan kekalahan 0-1 dalam lawatan ke kandang Udinese pada giornata ke-23 Serie A 2025-26, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB. Hal itu merujuk pada gol dan beberapa insiden lain.

Di Stadion Bluenergy, satu-satunya gol tercipta dari tendangan bebas Jurgen Ekkelenkamp yang berbelok arah dan mengecoh kiper Mile Svilar gara-gara membentur Donyell Malen. Itu disebut Gasperini sebagai keberuntungan Udinese. Adapun ketidakberuntungan Roma terlihat dari gol Bryan Cristanta pada menit ke-89 yang dianulir wasit karena Kostas Tsimikas, sang pemberi umpan, sudah offside.


“Tak bisa dimungkiri, berhadapan dengan Udinese memang tidak pernah mudah,” urai Gian Piero Gasperini kepada Sky Sport Italia. “Kami kurang akurat pada sepertiga akhir, tak beruntung hanya beberapa sentimeter pada akhir laga, dan gol yang kami derita menunjukkan keberuntungan tak berpihak kepada kami malam ini.”

Soal ketidakberuntungan Roma, dia terutama merujuk pada peluang akhir dari Gianluca Mancini yang masih dapat ditepis jemari tangan kiper Maduka Okoye. Meskipun demikian, patut dicatat, kiper Mile Svilar juga beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang. Andai bukan dia yang mengawal gawang, mungkin saja Roma kebobolan lebih dari 1 gol.


Laga di kandang Udinese kian menunjukkan masalah besar AS Roma di lini depan. Mereka kini tak pernah mencetak lebih dari 1 gol pada 3 laga terakhir. Padahal, anak-anak asuh Gian Piero Gasperini sebelumnya selalu mencetak 2 gol dalam 5 pertandingan beruntun di semua ajang.

Sepanjang musim ini, I Giallorossi tercatat sudah melepaskan 303 tembakan. Itu sama dengan sang juara bertahan, Napoli. Namun, anak-anak asuh gasperini hanya mendulang 27 gol, sementara I Partenopei mampu menjejalkan 33 gol di gawang lawan. Dalam total 32 laga di semua ajang, mereka tercatat hanya 3 kali mencetak lebih dari 2 gol.


Menatap ke depan, Gasperini tak kehabisan asa. Salah satu sumber harapannya kini adalah kedatangan Donyell Malen dan Bryan Zaragoza pada bursa transfer musim dingin. Malen yang dipinjam dari Aston Villa sudah mencetak 1 gol dari 3 penampilan. Adapun Zaragoza yang dipinjam dari Bayern Munich belum bermain karena transfernya baru kelar jelang lawatan ke Udinese.

“Jelas terlihat ada banyak kesulitan. Sekarang, kami punya Malen dan Zaragoza yang tentunya akan membantu kami. Lalu, beberapa pemain yang sangat muda. Kami akan coba melakukan yang terbaik. Ada banyak nama yang disebutkan di media, tapi saya senang kami mampu mendatangkan Malen dan Zaragoza,” kata pelatih berumur 68 tahun tersebut.