AFC Menghukum Persib Bandung, Bojan Hodak Singgung Bobotoh
Persib Bandung kembali harus menerima sanksi dari AFC seusai hasil sidang Komite Disiplin dan Etika AFC pada 15 Desember, mencatat adanya pelanggaran berat dalam laga babak penyisihan Grup G ACL Two.
Dalam putusan tersebut, Maung Bandung dijatuhi denda sebesar USD 30.000 atau sekitar Rp 499.050.000, akibat insiden yang terjadi saat bertandang ke markas Selangor FC pada 6 November 2025.
AFC menilai terjadi pelanggaran serius terkait perilaku penonton. Dalam laporan pertandingan, disebutkan ada suporter Persib yang masuk ke area lapangan dan melakukan pelemparan, sehingga dinilai melanggar kode disiplin dan etik AFC.
Menanggapi sanksi yang kembali diterima Persib itu, Pelatih Bojan Hodak menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa kehadiran suporter selama ini menjadi kekuatan utama tim dalam laga.
"Saya sering katakan, suporter kami adalah keuntungan kami," kata Hodak
Meski begitu, Hodak mengakui masih ada oknum yang melakukan tindakan yang tidak diperbolehkan dan justru merugikan klub. Menurutnya, hal-hal semacam itu seharusnya tidak terulang.
"Selalu ada yang melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan dan mereka seharusnya tak melakukan itu," ujarnya.
Juru Taktik asal Kroasia itu juga menyoroti besarnya denda yang harus dibayarkan klub akibat sanksi tersebut. Dia menilai dana sebesar itu sejatinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting bagi tim.
"Karena jika membayar denda, sebenarnya uang ini bisa digunakan untuk hal yang lainnya," tuturnya.
Sanksi dari AFC ini menjadi catatan serius bagi Persib, khususnya terkait pengelolaan dan kedisiplinan suporter saat laga internasional.

